Di dalam pernyataan tertulis, Albiner mengungkapkan alasannya membatasi wawancara yang dilakukan bersama Presiden Jokowi ketika itu.
"Melalui klarifikasi ini juga, saya ingin menjelaskan soal mengapa saya meminta wartawan bertanya sesuai konteks kegiatan. Hal ini dilakukan agar Bapak Presiden Joko Widodo sebagai narasumber siap untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan," kata Albiner.
Dalam kegiatan Jokowi yang dilakukan di Yogyakarta pada 5 Mei lalu, Albiner mengakui dirinya membatasi pertanyaan yang dilontarkan wartawan kepada Presiden.
Saat itu, dia menyatakan kepada wartawan bahwa pertanyaan hanya boleh seputar acara peluncuran program listrik 35.000 MW dan program andalan Jokowi, yakni Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Keluarga Sejahtera.
Namun, wartawan ketika itu hendak bertanya pertanyaan lain seputar buruh. Albiner langsung memotong wartawan yang belum sempat melontarkan pertanyaan secara utuh kepada Presiden Jokowi.
Menurut dia, hal itu dilakukannya untuk menghindari Presiden tidak siap menerima pertanyaan lain. Namun, Albiner menuturkan, apabila pertanyaan seputar acara sudah dijawab Presiden dan Jokowi berkenan menjawab pertanyaan lain, maka tidak menjadi persoalan.
Albiner tidak menjelaskan lebih lanjut pada peristiwa di Yogyakarta apakah Presiden berkenan atau tidak menerima pertanyaan lain. Di akhir pernyataannya, Albiner hanya berharap agar pers semakin profesional menjalankan tugasnya. (kmps)
Editor : Alfrets
Post a Comment